Enter your keyword

April 24, 2015

Heart to Heart

Ini k-drama yang menjadi pengganti Misaeng di slot tayang Jumat-Sabtunya tvN. Judulnya Heart to Heart. K-drama ini bergenre romance comedy berlatar belakang penyakit kejiwaan. K-drama yang mulai tayang 9 January 2015 ini sepertinya nggak sengaja terbawa arus trend K-drama 2015: drama sakit jiwa. Walaupun nggak seberat Hyde, Jekyll, Me atau Kill Me, Heal Me yang punya multiple kepribadian, plot Heart to Heart berdasarkan masalah kejiwaan juga: fobia! 

http://asiafaninfo.net/wp-content/uploads/2015/01/Heart-to-Heart.jpg


The Story

Cha Hong Do, cewek 20's something yang punya fobia takut keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Fobia ini berakibat pada wajahnya yang langsung memerah, bener-bener merah.

Suatu hari, tujuh tahun yang lalu, rumah Cha Hong Do kemasukan pencuri. Adalah Doo Soo Jang, seorang polisi yang saat itu menolongnya (di drama ini, dia disapa dengan Detektif Jang).
Awalnya sih, Cha Hong Do mengirimkan masakan pada Detektif Jang hanya sebagai ungkapan berterima kasih. Eh, lama-lama Hong Do jadi keterusan suka pada Detektif Jang yang cuek, cool, tapi baik hati ini.

Selama tujuh tahun suka diam-diam, masalah Hong Do cuma satu: "Gimana kalau detektif Jang akhirnya menikah dengan orang lain?"

Tidak sengaja saat hendak makan ramyun, Hong Do meletakkan panci panas ramyun di atas buku psikologi berjudul Heart to Heart yang ditulis Ko Yi Suk, seorang psikiater yang lagi naik daun.

Ketika Hong Do membaca buku itu, dia akhirnya kepikiran untuk berobat pada Ko Yi Suk agar fobianya bisa hilang, jadi bisa ketemuan dengan Detektif Jang. Niat yang sangat mulia ini ternyata berbuntut panjang. 

 Beda dengan imejnya sebagai sosok psikiater yang tenang, penuh perhatian seperti yang beredar di media, Ko Yi Suk di dunia nyata adalah lelaki yang sangat egois, ngeselin, dan nggak pasien oriented banget.

Later that day, Ko Yi Suk sedang mabuk saat menghadapi seorang pasien dengan kegalauan akut gara-gara masalah keluarganya. Telinga Ko Yi Suk tiba-tiba berdenging. Sebetulnya, dia udah sering mengalami hal ini tiap kali menghadapi pasien, tapi kali ini sakitnya tak tertahankan. Dia tidak bisa berkonsentrasi lagi pada apa yang dikatakan pasiennya. Satu hal yang diingat Yi Suk adalah sang pasien berlumuran darah di hadapannya dengan pena tertancap di lehernya. Ko Yi Suk kaget. Cha Hong Do yang pada saat yang sama datang ke tempat praktek Ko Yi Suk untuk mendaftar jadi pasien, menyaksikan kejadian itu.

Kejadian seperti ini nggak mungkin dong, nggak berurusan dengan polisi. Polisinya tentu saja Detektif Jang. Saat integorasi, Ko Yi Suk jadi kesel pada Detektif Jang dan Cha Hong Do. Menurutnya, kesaksian Hong Do memberatkan dia.

Tapi belakangan, Ko Yi Suk sadar bahwa telinganya yang berdenging tiap kali mendengar keluhan pasien, selalu hilang tiap kali ada Hong Do di dekat dia. Akhirnya mereka barter, Ko Yi Suk akan membantu menyembuhkan fobia Hong Do, asal Hong Do mau jadi asistennya, selalu ada deket-deket dia. 


The Cast 

1. Cha Hong Do

Dulu waktu masih SMU dia sering diejek teman-temannya sampai merasa rendah diri dan akhirnya nggak lanjut sekolah. Padahal Cha Hong Do ini pintar, lho! Hobi membaca dan menonton acara-acara quiz di TV membuatnya punya wawasan luas. Sehari-harinya sih, dia berusaha sebisa mungkin tidak berinteraksi dengan orang lain. Jika terpaksa keluar rumah demi nganterin makanan kepada cowok yang diam-diam disukainya, andalan satu-satunya adalah HELM yang bisa membantu menutupi wajah merahnya.


Cha Hong Do bertahan hidup dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga, pekerjaan yang dulu dilakukan mendiang neneknya. Cha Hong Do menyamar sebagai neneknya setiap kali pergi keluar. Tak disangka, dia ternyata malah kerja di rumah kakek Ko Yi Suk.

Cha Hong Do diperankan Choi Kang Hee, menurutku dia asik banget aktingnya. Dia benar-benar bisa memerankan dua peran sebagai nenek yang periang, sekaligus cucu yang pendiam. Mengalir aja, gitu. Kualitas akting yang sebanding dengan lawan mainnya: Chun Jung Myung.

2. Ko Yi Suk 

Ko Yi Suk diperankan oleh Chun Jung Myung.
Dia adalah tipe cowok yang bisa kamu sebelin setengah mati tapi diam-diam kamu kangenin. Dia penuh kontradiksi. Dia berusaha menjadi pusat perhatian (menulis buku, jadi tamu di talk show, menjadi psikiater handal) sekaligus pura-pura rendah hati dengan semua prestasinya.

Coba aja denger kalo dia lagi bluffing sebagai psikiater terbaik di depan Hong Do atau dia diam-diam bicara sendiri,"Siapa sih, dokternya?" kalau melihat Hong Do mengalami kemajuan.
Namun di saat yang sama, dia bisa sangat romantis dan penyayang tanpa kata-kata.

3. Doo Soo Jang

Detektif Jang. Cowok ini baik banget, perhatian, lembut and manly tapi nggak peka dengan perasaan perempuan. Tujuh tahun dibawain makanan, ditungguin diam-diam, masih nggak ngeh juga dengan perasaan Hong Do. Detektif Jang malah sibuk nurutin keinginan bibinya untuk dijodoh-jodohin.

Ketika Cha Hong Do yang pemalu akhirnya berani mengungkapkan perasaan padanya, dia malah bingung dan bilang dia sudah mau menikah dengan pilihan bibinya. Minta disantet kali nih cowok!

Begitu dia tahu Ko Yi Suk jadi dokternya Hong Do, barulah dia merasa khawatir. Dengar kabar Ko Yi Suk ini terkenal di antara perempuan-perempuan dalam hal "tertentu". Detektif Jang khawatir Hong Do cuma diperalat aja.

Makanya begitu dia tahu Ko Yi Suk dan Cha Hong Do tidur bareng, detektif Jang kesel dan mulai merasa ada rasa tak mau kehilangan Hong Do. Dia bahkan membatalkan pertunangannya begitu tahu Hong Do makin deket dengan Ko Yi Suk. Dikejar-kejar Ko Se Ro pun dia masih cuek aja.
Doo Soo Jang diperankan oleh Lee Jae Yoon. Tidak pernah nonton drama dia sebelumnya, cuma dikasih tahu sama temen-temen di GenKDrama kalau dia pernah jadi cameo di Witch's Romance.

So far sih, aku suka aja aktingnya Lee Jae Yoon di drama ini, tapi belum bisa komentar banyak karena belum nonton dramanya yang lain. Seringnya ngelihat dia jadi kepikiran Song Il Gook (bapaknya Daehan, Minguk, Manse), mirip, sih. Sudah gitu sama-sama berperan jadi detektif pula. Aku kan, jadi sukaaaaa....

4. Ko Se Ro

Karakter yang gemesin lainnya adalah Ko Se Ro. Dia adalah adik perempuan Ko Yi Suk yang jauh-jauh disekolahkan ke Amerika, pulang ke Korea malah pengin jadi aktris.

Begitu dapat peran pertama sebagai figuran, proses syutingnya terganggu gara-gara detektif Jang dan partnernya mengejar perempuan bugil. Syuting batal, scene dimana Ko Se Ro harusnya ada akhirnya dibatalkan sutradara. Ko Se Ro jadi kesel pada detektif Jang sampai melaporkan tuntutan atas alasan masa depan kariernya sebagai aktris setara Angelina Jolie rusak.

Belum tahu aja Ko Se Ro kalau Detektif Jang ini lempengnya nggak ketulungan. Makin kesel Ko Se Ro, makin dia nggak peduli. Makin nggak peduli Detektif Jang, Ko Se Ro malah jadi tertarik.
Ish, couple ini seperti dua kutub magnet yang berbeda. Berada di ujung yang berbeda tapi saling tarik menarik, kurang asik apa coba?

Ko Se ro diperankan oleh So Hee, ex-member Wonder Girls. Dia salah satu alasan kenapa aku pengen nonton Heart To Heart dari awal (setelah Choi Kang Hee). Pengin tahu aja dia bisa akting apa enggak, soalnya dulu aku suka dia waktu di masih di Wonder Girls. Ternyata nggak mengecewakan, kok. At least dia bisa masuk ke karakter Ko Se Ro yang 'Ratu' banget itu, sekaligus jadi anak yang merasa nggak pernah dapat porsi perhatian dan cinta orang tua. I also like the way she says Detective Jang's name : Doo Soo "Jeng" and she's definately cute as Ko Yi Suk's sister. Suka!

Likes and Dislike

Dalam hal apa pun juga, termasuk menonton k-drama, pasti ada hal yang nggak kita suka, begitu juga sebaliknya. Heart To Heart pun tidak terkecuali.

Aku suka plot ceritanya di episode-episode awal, lalu ketika situasi makin seru terkadang aku berpikir writer-nim sengaja menyelesaikan masalah dengan segera. Walaupun sebenarnya kalau writer-nim mau sedikit lebih 'menyusahkan perasaan' lebih bagus lagi, karena aku merasa konflik di antara Cha Hong Do dan Ko Yi Suk ini terlalu smooth, kurang drama! Aku malah lebih suka perjuangannya detektif Jang mengejar cintanya.

OST-nya yang bergenre indie banyak yang asik, lumayan banget apalagi kalau sudah sering dicekoki OST ber-genre ballad di k-drama yang lain. Beberapa lagu juga memakai lirik berbahasa Inggris yang sangat simple. Saking simple-nya sampai kadang mikir, emang beda ya kalau lirik bukan dari your mother tongue. *Lalu bandingin dengan lirik lagu-lagunya Oasis* *Kemudian digeplak Britpop fans*

Aku percaya chemistry yang pas antara pemain menghasilnya adegan yang baik. Untuk Heart To Heart, chemistry pemainnya dapat banget. Entah itu untuk love-love situation atau hate-jealousy relationship. Bahkan hubungan antara kakek Ko Yi Suk dengan ahjumma rumah tangga keluarga besar Ko aja asik ditonton. Hubungan kakak-adek Ko Yi Suk dan Ko Se Ro juga heart-warming banget. Ko Yi Suk nggak cuma jadi oppa yang bisanya ngelarang-larang dan nyuruh-nyuruh adek bungsunya, tapi juga bisa jadi teman curhat. Cool, kan?
Ada sih yang bikin pengen nge-skip adegan, seperti adegan bapaknya Ko Yi Suk di episode-episode akhir. Duh... ke mana aja sih Ahjussi, can you do it better? *mulai sok jadi sutradara kondang, marah2in pemain*

Overall, what i like about this drama is "the ending". Heart To Heart ini  tidak menyusahkan perasaan bangetlah. It's a happy ending for everyone. And when I said "everyone" is literally for eeeveeeryyyyone....
Tidak ada pihak yang hatinya diperlakukan semena-mena, bahkan hati penonton yang selalu terkena second lead male syndrome seperti aku. Untuk yang suka drama yang happy ending, you should count this drama in to your list.

Heart To Heart printilannya banyak tapi ceritanya simple, kok. Alur maju-mundurnya juga mudah dimengerti. Penonton dibawa menyelami hal-hal serius seperti penyakit mental, kemungkinan pembunuhan, dan luka lama masa lalu yang kembali menganga karena cinta (Halah!)
Kita jadi belajar lebih banyak tentang orang-orang dan masalah-masalah mereka yang berakar karena tidak  bisa move on dari masa lalu.
Percintaan terlarang karena masa lalu keluarga yang ingin dilupakan, hati yang harus memilih melupakan demi kedamaian dalam keluarga, dan hati yang merelakan karena sadar cinta punya timing-nya sendiri. Romantic yet sad, a little bit cheesy but also heart-warming at the same time.

Karakter-karakternya menarik dan diperankan oleh aktor/aktris yang kualitasnya sepadan. Klop!

Happy Watching!

@vitamasli - Daehan Oemma- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar