Enter your keyword

November 17, 2015

Sneak Peek : Reply 1988

Chingudeul, sebagai penonton kdrama, kita tau dong, betapa banyaknya drama yang rilis di Korsel sana. Nah, untuk bahan pertimbangan chingudeul sebelum menonton, kami akan membuat semacam review singkat dari dua episode awal drama yang kami tonton. Tapi tentu saja karena review kdrama biasanya bersifat subyektif, kami harap chingudeul jangan langsung memutuskan untuk nggak nonton kdrama tersebut setelah baca review-nya, soalnya masalah selera kan, berbeda-beda. Semoga postingan ini membantu, ya. Review ini akan berada pada label Sneak Peek.  
 Reply 1988
Reply 1988 adalah drama produksi TvN yang merupakan sekuel dari the reply series (drama  sebelumnya berjudul Reply 1997 dan Reply 1994) yang punya ciri khas tersendiri yaitu setting ceritanya sesuai dengan tahun yang tertera pada judulnya.
Reply 1988 bercerita tentang beberapa keluarga yang tinggal dalam satu lingkungan. Tahun 1988 merupakan tahun spesial untuk Korea Selatan karena pada tahun itu merupakan tahun  dilaksanakannya Olimpiade Seoul, pertama kali diadakannya Collage Festival, dan tahun monumental dalam dunia musik. Yup, tahun 1988 merupakan tahun dimana musik K-pop mulai naik daun di Korea Selatan.

Episode pertama diawali dengan narasi dari seorang perempuan. Ia menceritakan masa mudanya di era tahun 1988 yang merupakan "era analog", dimana peralatan digital belum secanggih sekarang, anak-anak mudanya baru memulai trend memakai sepatu sneaker dan celana jeans, dan mendengarkan musik menggunakan walkman. Tahun 1988 adalah tahun dimana aktris-aktris Hollywood sangat digandrungi dan film-film Hongkong merupakan tontonan wajib di setiap keluarga. 

Di sebuah ruangan, terdapat 4 orang remaja laki-laki dan 1 orang remaja perempuan tengah asyik menonton A Better Tomorrow 2. Mereka adalah Yoo Dong Ryong (Lee Dong Hwi) si culun yang dijuluki "konselor", Kim Jung Hwan (Ryoo Joon Yeol) yang biasa dipanggil "anjing" dan dianggap belum sepenuhnya menjadi manusia, Taek (Park Bo Gum) si jenius Baduk yang bodoh dalam hal lainnya, Sun Woo (Go Kyung Po) si anak yang paling normal diantara semuanya, dan Sung Duk Seon (Hyeri Girls Day), si gadis berambut cepak.

Kelima remaja ini hidup bertetangga dalam satu lingkungan. Mereka berteman sejak kecil dan keluarga mereka pun sudah saling mengenal dekat satu sama lain. Saat ini, mereka tengah menonton film di rumah Taek dan saling meledek sebelum Duk Seon akhirnya marah karena dia tidak bisa mendengar suara televisi. Sekumpulan remaja berpenampilan jadul itu akhirnya bubar setelah terdengar teriakan para ibu, memanggil mereka untuk makan malam.

Reply 1988

Karena bersetting tahun 1988, banyak adegan yang menggambarkan tradisi keluarga Korea yang unik, lucu, dan menurutku sangat mirip dengan tradisi kita di Indonesia. Contohnya waktu makan malam, keluarga-keluarga itu saling bertukar lauk, nasi, dan sayur. Anak-anak mereka sibuk saling bertukar makan malam, kecuali Taek, meskipun pada akhirnya dia dan ayahnya kebagian banyak lauk hasil hantaran teman-temannya. 

Reply 1988

Reply 1988

Setiap keluarga memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda. 
Keluarga Dok Seon yang terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak, menghabiskan waktu di rumah dengan lebih berisik dan kacau.

Reply 1988

Sementara keluarga Jung Hwan terdiri dari seorang ayah yang "aneh", ibu yang kelewat galak, dan dua orang anak laki-laki, sama-sama terlihat berisik dan kacau. Meskipun hal tersebut lebih diakibatkan oleh tingkah ayah mereka yang nyeleneh dan selalu berusaha memancing tawa anggota keluarga lainnya (dan biasanya berakhir dengan kegagalan yang memalukan). Oh iya, ayah Jung Hwan ini diperankan oleh Kim Sung Kyun yang memerankan Sam Cheon Po di Reply 1994, lho. Tingkahnya disini dijamin sangat kocak dan absurd.

Kim Sung Kyun

Reply 1988

Sun Woo yang hidup bertiga dengan ibu dan adiknya, cenderung memiliki suasana keluarga yang lebih tenang dibanding Duk Seon dan Jung Hwan. Dia, ibunya, dan seorang adik perempuannya yang masih kecil sering menghabiskan waktu di rumah dengan berbincang-bincang mengenai kegiatannya sehari-hari bersama para sahabatnya.

Reply 1988

Dalam dua episode awal drama ini, penonton lebih banyak disuguhi kisah dan problematika dalam masing-masing keluarga. Duk Seon yang pada saat itu terpilih sebagai pembawa papan nama negara untuk Olimpiade Seoul menjadi topik hangat di antara keluarganya dan keluarga para sahabatnya. Hingga suatu hari tepat di ulang tahun kakaknya, Duk Seon dinyatakan tidak dapat berpartisipasi dalam Olimpiade Seoul. Ditambah lagi dia merasa tidak diperlakukan secara adil oleh orang tuanya sehingga hari itu Duk Seon mengamuk dan menangis meluapkan amarahnya. Meski begitu, akhirnya dia berbaikan kembali dengan ayah-ibunya.

Reply 1988

Jung Hwan pun memiliki masa sulit akibat kurangnya komunikasi antara dia dengan ibunya. Ibunya yang lebih banyak mengetahui soal kegiatan sehari-hari Jung Hwan dari cerita Ibu Sun Woo dan Ibu Duk Seon, lama-lama merasa sedih dan malu. Jung Hwan yang cenderung cuek dan tertutup, jarang memperlihatkan perasaannya pada sang ibu. Hingga suatu hari ibunya mengajak Jung Hwan ngobrol dan mengungkapkan keinginannya menjadi seorang ibu yang baik.

Reply 1988

Sun Woo yang sudah tidak mempunyai ayah, harus menghadapi kenyataan bahwa dia hanya memiliki seorang ibu yang sangat tidak pandai memasak dan seorang adik kecil yang sering dijejali makanan dan minuman instant dalam jumlah besar oleh ibunya. 
Meski begitu, Sun Woo cenderung bersifat sangat baik dan penurut. Sun Woo digambarkan sebagai seorang anak yang paling normal di antara teman-temannya, dan sangat menyayangi ibu dan adiknya. Ibu Sun Woo yang sensitif dan khawatiran, pernah menganggap anaknya membangkang dan berbuat hal-hal tidak baik di belakangnya. 

Reply 1988


Dua tokoh lainnya dari anggota lima sekawan ini, Taek dan Dong Ryeong, belum banyak diceritakan seperti ketiga teman mereka dan keluarganya. Taek sibuk bepergian untuk mengikuti kompetisi Baduk yang dia geluti, sedangkan Dong Ryeong sibuk meracuni dan mempengaruhi Jung Hwan dan Sun Woo untuk bersama-sama berusaha menonton film dewasa di bioskop (dan berakhir dengan ketahuan oleh ayahnya yang sekaligus menjadi guru di sekolah mereka).

Tapi sejauh ini, cerita mengenai keseharian lima sekawan beserta keluarga mereka dikemas secara apik di dua episode ini. Kekonyolan-kekonyolan khas Reply dan juga backsound suara kambing yang fenomenal itu juga terselip di antara kisah dan adegan-adegan yang mengharukan. Meski begitu, sepertinya Reply 1988 ini sedikit berbeda dari dua drama pendahulunya. Meskipun plot tebak-tebakan suami masih menjadi andalan utama dan tetap membuat kita penasaran, tetapi titik berat cerita dan konflik lebih banyak berada dalam keluarga.

Reply 1988

Reply 1988

Yang unik dari Reply 1988 salah satunya adalah keberadaan odong-odong ini, lho! Hahahaha... Lucunya lagi, fakta yang bisa kita simpulkan dari drama ini adalah kenyataan bahwa odong-odong sudah lama populer di Korea Selatan sebagai permainan anak-anak, bahkan 20 tahunan lebih awal dari Indonesia! Hihi.. ^^


3 komentar:

  1. menurut pengalaman dr Replay 1994, org yg paling waras adl org yg paling ngenes , Chilbong contohnya. Dan org yg dpt panggilan sayang paling aneh adl suami si tokoh utama wanita, Trash oppa contohnya..
    *sotoy mode on*
    duh semoga cwo sekacep Sun Woo gk jd the next Chilbong si korban PHP >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si Sun Woo emang tampang-tampang second lead sih :D muka calon teraniaya gitu. Hihihi

      Hapus
  2. Duh baca sinopsis-nya, jadi ingin download dan nonton

    BalasHapus